Direktorat Jenderal Pajak yang Saya Cita – Citakan

Menjadi bagian dari Direktorat Jenderal Pajak merupakan sesuatu yang saya cita-citakan. Sedangkan Direktorat Jenderal Pajak yang saya cita-citakan adalah Direktorat jenderal Pajak yang baik. Lalu seperti apakah Direktorat Jenderal Pajak yang baik itu? Menurut pendapat saya, Direktorat Jenderal Pajak itu bagaikan sebuah bangunan yang baik. Agar didapatkan bangunan yang baik, harus memenuhi tiga unsur, yaitu kekokohan/ kuat, efisien, dan fleksibel.

Bangunan yang kokoh yaitu bangunan yang kuat. Dalam hal ini harus memiliki struktur yang baik. Mulai dari pondasi, tiang – tiang kolom, hingga rangka atap harus terstruktur dengan benar,  sehingga menghasilkan bangunan yang kokoh. Begitu pula dengan Direktorat Jenderal Pajak, juga harus memiliki struktur organisasi yang jelas dan benar supaya Direktorat Jenderal Pajak mampu menjadi sebuah organisasi yang solid dan kuat atau kokoh.

Yang kedua, bangunan yang baik yaitu bangunan yang efisien. Arti efisien di sini adalah dalam hal penggunaan material bangunan harus disesuaikan dengan kebutuhan sehingga tidak digunakan dengan sia-sia. Sama halnya dengan bangunan, Direktorat Jenderal Pajak harus mampu menjadi organisasi yang efisien. Baik dalam hal penyelenggaraan, pelaksanaan, atau perencanaan. Sehingga tidak membuang sesuatu  yang berharga tidak sebagaimana mestinya.

Yang terakhir adalah, bangunan haruslah fleksibel. Maksudnya, bangunan yang fleksibel mampu bertahan di segala macam cuaca, suhu, dan juga lingkungan yang berubah – ubah. Dengan demikian, bangunan dapat bertahan lama. Direktorat Jenderal Pajak juga saya harapkan mampu fleksibel dan mampu beradaptasi dengan baik terhadap segala sesuatu yang terjadi. Baik permasalahan internal maupun permasalahan eksternal.

Direktorat Jenderal Pajak yang saya inginkan adalah Direktorat Jenderal Pajak yang kokoh, efisien, dan fleksibel. Karena menurut saya, Direktorat Jenderal Pajak yang kokoh, efisien, dan fleksibel dapat membentuk sebuah organisasi yang ideal namun tidak berlebihan maupun berkekurangan. Lalu, bagaimana dengan direktorat jenderal pajak yang kamu cita-citakan?

Advertisements

just being another kpop hater

warning: bagi yang GAK SUKA idol kesayangannya dihina mending gausah baca nih postingan. serius. gue gak mau ada war.

 

bertahun tahun jadi kpoper gak menjamin kamu bakal makin cinta ama kpop. percaya deh…

 

apa sebutan bagi seorang yang terlalu bosan mencintai sesuatu? mungkin benci adalah jawabannya.

dan itu yan terjadi sama gue. hampir mungkin tujuh taun jadi kpopers. ya. waktu yang lama banget kan? gue juga gak tau kenapa gue bisa stuck as suck dengan waktu yang begitu lamanya. seolah dulu gue kena hipnotis. serius. masa-masa itu gue bener-bener sayang ama kpop. dikit-dikt kpop, dikitdikit kpop. segalanya kpop. mmm, atau drakor. dengan beribu alasan kenapa gue ngebiasin ini dan itu.

but. setelah gue lepas. gue gak inget. sama sekali. alasan kenapa gue bisa suka sama mereka. kenapa dengan ikhlasnya dulu gue rela diboongin ama mereka (kpop). rela menerima segala berita yang gak tau asal-usul apakah informasi ini valid. demi memberi presepsi kepada diri sendiri. BAHWA IDOL GUE EMANG KEREN. apa-apaan ini. oh, ya ampun sebegok itukah gue dulu??

mau contoh? oke. gue ambil salah satu contoh. karena gabuut dan bingung kehabisan informasi yang pengen dikorek tentang idol gue (waktu itu exo; well idol gue dulu buanyak, dan ganti-ganti) iseng gue search di google informasi tentang daftar IQ para member.  dan tralala…

https://www.facebook.com/permalink.php?id=218006304965626&story_fbid=436239309808990

buka aja kalo gak percaya. ada juga yang ngasih info semacam itu. dan gue penasaran dapet data dari mana sih loe?

lalu apakah benar mereka punya IQ se genius itu? lucu banget sih? kenapa selama ini gak masuk jajaran orang-orang ber IQ tinggi?

padahal menurut artikel ini https://hype.idntimes.com/fun-fact/ali-alghofiqi/iq-tertinggi-di-dunia/full  

dikatakan hanya 0.5% dari populesi manusia memiliki IQ lebih dari 140. dapat dikatakan mereka adalah orang beruntung yang genius.

dan wow! member-member exo genius dong? terus kenapa gak sekolah yang tinggi gitu? jadi profesor? atau kalo jadi artis seenggaknya mereka yang bikin lagu dan koreografi sendiri? kenapa musti terima jadi, tinggal nampilin aja. huft.. oh barangkali ada yang gak terima. kan ada juga member yang bikin lagu. ya, tapi kan itu cuman satu lagu doang. paling-paling cuman nyiptain liriknya.

waktu dulu jadi kpopers gue dengan bahagia dan bangga. hebat kan?! luhan IQ nya 141! sama kayak IQ nya Adolf Hitler. Hilary Clinton kalah!!! gue yang waktu itu dengan gobloknya percaya-percaya aja. kayak orang tolol yang dihipnotis.

another mainstream reason is…. plastic face. tralalalaaaaa. kpopers pasti akan belain mati-matian kalo oppa gak oplas!, atau mungkin ya biarin oplas tapi kan oppa bertalenta dan loe pasti sirik kan ama oppa ku yang tenar itu?

oh. my. GOD! kenapa gue bisa bilang gitu? karena gue juga ngalamin pernah beain bias mati-matian macem gitu. dan sekarang, apa yang gue pikirkan? ‘gue bego banget sih’.  ya gue maklum tiap orang kan beda-beda. terus kenapa kalo loe gak menerima kenyataan aja sih? kenapa harus menciptakan delusi-delusi ngawur biar mencapai angan bahwa OPPA adalah sosok yang SEMPURNA. dan satu lagi yang gue heran. kenapa hampir semua kpopers kayak gitu? aku heran deh. ini bukan salah kpopersnya kan berarti? artinya ini salah kpopnya kan? mereka menciptakan mental pelindung bagi fans. agar fans menjadi pelindung super kuat untuk mendukung karirnya, kalo GUE merasa waktu jadi fans mereka cuman dimanfaatin aja sih.

iya dong. entah gue dicuci otaknya atau kenapa, tapi apa yang gue omongin ke bias adalah tentang betapa hebatnya bias gua. betapa sempurnanya dia. padalah oh… betapa keburukan padahal terlampau lebih banyak.

positive thingking. oke mingkin ini hikmahnya. gue jadi bisa positif thingking. dan melihat seseorang dari segi baikknya aja. tapi. hello !! gak perlu berlebihan dan menciptakan kebohongan seperti kasus IQ di atas. atau mengakui kebrukannya gak papa kan? gak perlu pura-pura itu gak ada.

hengkangnya gue dari kpopers adalah ketika gue pindah fandom (non kpop, gue gak sebutin biar loe gak salahin idola gue). gak selalu gue muja-muja idola gue itu. dan terkadang bahkan gue jadiin lelucon kekurangan-kekurangan mereka. but its okay, right? kok beda gitu ya? kenapa waktu jadi kpopers gue gak bisa gini? apa mereka terlalu menjaga imagenya? dan cenderung dibuat-buat?

kalo masalah skill, gue gak mau omongin itu. soalnya masalah itu subyektif peniaiannya. dan gue males mau ngutarain pendapat gue yang sekarang tentang skill para idol kpop. kalo dulu mah, gue menganggap merekalah yang terhebat, hehehe.

intinya gue bersyukur aja. bisa melihat dengan jelas sekarang. mana yang pantes diidolain dan mana yang enggak. bedanya, kalo misal gue dulu suka ama band MCR, dan meskipun sekarang gua dah gak ngidolain MCR (karena emang udah bubar) toh sampei sekarang gue tetep melihat MCR sebagai band yang keren. dan kalo kpop, meski gue dulu sukkaaaaaa pake banget, setelah sakarang gue udah gak suka (mungkin gegara ada member yang keluar dan beberapa boyband emang udah gak aktif) lambat laun gue akan keheranan, kok gue dulu bisa suka ama mereka sih? alih alih berdecak kagum, oh, mereka memang keren. not realy like that. it’s the different.

 

akhir kata. gue minta maaf kalo ada pihak yang tersinggung. gue gak menyjikan data abal-abal kok. gue cuman ceritain apa yang benar-benar terjadi ama gue dan realita yang saya benar-benar alami. no ofense, keep calm and keep love each other!